|
|
 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
| |
|
W E B S T A T |
| |
Pengunjung Hari Ini |
| |
0 |
| |
Pengunjung Online |
| |
0 |
| |
Total Kunjungan |
| |
11,185,564 |
|
| |
|
|
|
|
|
|
 |
|
|
| |
450 Mahasiswa Asing Ikuti Program Beasiswa Darmasiswa 2008/2009
Jakarta, Rabu (3 September 2008) -- Sebanyak 450 mahasiswa asing dari berbagai negara mengikuti program beasiswa Darmasiswa 2008/2009 dari pemerintah Indonesia. Mereka akan belajar budaya dan bahasa Indonesia di berbagai universitas di Indonesia. Program beasiswa ini bertujuan mempromosikan dan meningkatkan minat terhadap bahasa dan budaya Indonesia di antara para pemuda dari negara lain.
Program Darmasiswa dilaksanakan dalam dua skema yakni enam bulan dan satu tahun. Program enam bulan dimulai September 2008 sampai dengan Januari 2009, sedangkan program satu tahun mulai September 2008 sampai dengan Juli 2009. Para mahasiswa akan menjalani orientasi program mulai 3 - 5 September 2008 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) berkomitmen menjalin persahabatan dengan berbagai negara. Komitmen ini, kata Mendiknas, dikontribusikan untuk mewujudkan perdamaian dunia. "Program Darmasiswa adalah salah satu jalan untuk mewujudkan komitmen ini. Saya yakin program yang diselenggarakan selama satu tahun ini akan memberikan kesempatan yang luas untuk pertukaran budaya dan saling memahami sesama partisipan termasuk dosen, tutor, keluarga mahasiswa, dan bahkan komunitas di sekitarnya," katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan orientasi program Darmasiswa 2008/2009 di Sasono Langen Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (3/09/2008).
Darmasiswa merupakan program beasiswa pemerintah Indonesia mulai 1974, yang merupakan bagian program negara - negara anggota ASEAN. Program ini ditujukan bagi mahasiswa asing yang ingin belajar bahasa Indonesia, kesenian, musik, dan kerajinan di Indonesia. Pada awal 1990 program diperluas dan menyertakan mahasiswa asing yang berasal diantaranya dari Australia, Canada, Perancis, Jerman, Hungaria, Jepang, Meksiko, Belanda, Norwegia, Polandia, Swedia, dan Amerika Serikat. Para mahasiswa dapat memilih untuk belajar di salah satu dari 44 universitas di Indonesia yang berpartisipasi dalam program. Jumlah alumni sampai 2008 sebanyak 2.037 dari 85 negara.
Mendiknas menyampaikan, Program Darmasiswa membekali para mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan tentang Indonesia dan mengembangkan pemahaman antar budaya melalui pembelajaran bahasa Indonesia dan bahasa daerah. "Kami punya 700 lebih bahasa entis di Indonesia seperti Sunda, Betawi, Jawa, Minang, dan Bugis. Kalian juga dapat belajar tari etnis, seni lukis, dan musik tradisional," katanya kepada para peserta program.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (Ka Biro PKLN) Depdiknas Agus Sartono melaporkan, program Darmasiswa merupakan salah satu program beasiswa yang diperuntukan bagi pelajar asing dan negara - negara yang memilik hubungan persahabatan dengan Indonesia yang ingin mempelajari bahasa lokal seperti bahasa Jawa, Sunda atau budaya kesenian seperti tarian tradisional, musik tardisional, dan kerajinan tangan. "Program pendidikan ini diselenggarakan untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia ke negara sahabat," katanya.
Agus menyebutkan, pada tahun akademik 2008/2009 siswa terbanyak berasal dari Thailand yakni 42 siswa dan Cina sebanyak 41 siswa. Sementara, kata dia, mahasiswa dari negara - negara kawasan Eropa sebanyak 70 orang. Turut berpartisipasi mahasiswa dari Australia dan Timor Leste.
Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Mihaly Illes mengatakan, pada 2007 negaranya mengirimkan sebanyak 19 mahasiswa dan pada tahun ini mengirimkan lebih dari 30 mahasiswa. "Saya pikir program ini merupakan investasi yang menguntungkan bagi Indonesia," katanya.
Sanla, peserta program dari California, Amerika Serikat akan belajar budaya Bali di Institut Seni Indonesia Denpasar. Dia mengaku sangat tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia."Saya juga ingin berwisata mengelilingi Jawa," katanya.
Edelis, peserta program dari Spanyol, mengaku senang mengikuti program Darmasiswa. Program ini, kata dia, merupakan kesempatan yang langka dalam hidupnya. "Saya sebelumnya tidak tahu ada program seperti ini. Ini merupakan kesempatan yang fantastis bagi saya. Semua orang dari berbagi negara saling belajar bersama," katanya.***
Sumber: Pers Depdiknas
|
<< Sebelum |
Arsip Berita
| Sesudah >>
|
|
|
|
|
|
|
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
|
 |
 |
|
 |
|
|
 |
| |
| |
|