|
|
 |
 |
|
|
 |
 |
|
|
| |
|
W E B S T A T |
| |
Pengunjung Hari Ini |
| |
0 |
| |
Pengunjung Online |
| |
0 |
| |
Total Kunjungan |
| |
11,185,564 |
|
| |
|
|
|
|
|
|
 |
|
|
| |
Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional ke-43 Dipusatkan di Bali
Jakarta, Kamis (4 September 2008) -- Puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-43 akan dipusatkan di Gedung Ksrirarnawa Taman Budaya, Denpasar, Bali pada 8 September 2008. Peringatan HAI mengambil tema "Melalui Peringatan Hari Aksara Internasional ke-43 Tahun 2008, Kita Tingkatkan Kualitas Pelaksanaan Gerakan Nasional Percepatan Pemberantasan Buta Aksara". Upacara peringatan akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo.
Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad menyampaikan, jumlah penduduk dunia yang buta huruf masih sangat besar. Dia menyebutkan, pada 2006 tercatat 771 juta buta aksara dan 72 persen diantaranya adalah perempuan. "Komposisi jumlah buta aksara perempuan ini juga sama untuk Indonesia. Oleh karena itu, kita selama beberapa tahun terakhir ini all out untuk memberantas buta aksara dengan target - target yang sudah ditentukan dalam renstra (rencana strategis)," katanya saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Jakarta, Kamis (2/09/2008).
Hamid menyebutkan, penuntasan buta aksara akan ditempuh melalui berbagai jalur yakni, birokrasi dengan mengalokasikan anggaran pada APBN dan APBD, kerjasama dengan 59 perguruan tinggi melalui program kuliah kerja nyata (KKN) tematik, dan kerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi sosial kemasyarakatan seperti PKK, Muslimat NU, dan Aisyiyah. Kemudian, kata dia, kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan lembaga masyarakat desa hutan yang menangani masyarakat yang tidak terjangkau. "Mudah - mudahan target setiap tahun 1,7 juta sampai 2 juta orang dapat kita capai untuk menuntaskan buta aksara," katanya.
Hamid mengatakan, pada puncak peringatan HAI tahun ini, pemerintah akan memberikan anugerah aksara kepada tiga gubernur dari provinsi yang telah dinyatakan tuntas buta aksara. Penghargaan yang sama juga akan diberikan kepada sebanyak delapan walikota dan 38 bupati. Anugerah aksara yang diberikan terdiri atas beberapa tingkatan yakni, pratama, madya, utama, dan paripurna.
Hamid menyebutkan, sebanyak enam tutor pendidikan keaksaraan, enam wartawan, dan masyarakat umum akan menerima penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis tentang pendidikan keaksaraan. Pada puncak peringatan HAI tahun ini juga akan diberikan penghargaan kepada tokoh dan lembaga pendidikan nonformal yang berprestasi di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Para penerima penghargaan tersebut yakni sebanyak empat bupati/walikota, tiga forum PAUD kabupaten/kota, tiga Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) kabupaten/kota, empat organisasi wanita/PKK kabupaten/kota, dan tiga tokoh masyarakat, dan empat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah dan Pendidikan Luar Biasa Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ni Made Mertanadi mengatakan, puncak peringatan HAI dirangkai dengan pameran pendidikan hasil karya warga belajar pendidikan nonformal. Pameran ini, kata dia, akan dibuka pada 7 September 2008 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali. "Ada empat demo khusus yang akan dipamerkan yaitu demo merias pengantin, membuat sidik jari, spa, dan pembuatan bahan - bahan spa," katanya.***
Sumber: Pers Depdiknas
|
<< Sebelum |
Arsip Berita
| Sesudah >>
|
|
|
|
|
|
|
 |
 |
 |
 |
|
|
 |
|
 |
 |
|
 |
|
|
 |
| |
| |
|